Keesokan harinya, MA mengeluhkan sakit dan meminta izin pada neneknya untuk tidak masuk sekolah. Kondisinya memburuk pada Jumat (25/7/2025) sore dengan muntah-muntah dan pembengkakan di perut.
Pada Sabtu pagi, demam tinggi dan muntah terus berlanjut hingga keluarga membawa MA ke tempat urut tradisional, oleh masyarakat Muna menyebutnya dengan istilah difurui.
Setelah kembali dari pengobatan tradisional, MA bertemu tetangga yang berkunjung ke rumah. Saat ditanya tentang kondisinya, ia menunjuk perutnya dan langsung menceritakan kronologi kejadian perundungan terbaru yang menimpanya.
Baca Juga: Gempa Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Laut Banda Wakatobi
“Dari situlah kami tahu anak saya dibully lagi. Sabtu siang pukul 14.00 (Wita), dia langsung kami bawa ke rumah sakit dan dirawat sampai sekarang,” ujar Ratna.
