Adapun yang mereka jual di lampu merah adalah tisu, masker dan kerupuk. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, mereka tetap bersyukur karena dengan itu mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kita mulai jualan pas menyala lampu merah jam 7 pagi sampai jam 12 siang. lakunya itu kalau habis jualan bisa sampai Rp 100 ribu, kalau tidak habis kadang hanya Rp 50 ribu, tergantung rezeki kadang habis kadang juga tidak" tambahnya.
Lanjut Erni menuturkan, anak-anaknya sangat rajin membantunya berjualan. Setelah salat subuh mereka mulai mempersiapkan daganganya dan kemudian berangkat ke lampu merah di kawasan by pass, Kota Kendari.
"Saya ingin menyekolahkan anakku sampai mereka meraih cita-citanya agar kehidupan mereka bisa lebih baik dari kehidupanku," pungkas Erni. (B)
Reporter: Handrayana
