Oleh: Dr. Usmar, SE, MM
Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Moestopo (Beragama), Jakarta & Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional
KETIKA akhirnya FIFA mencabut hak Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sepakbola Usia 20, memunculkan berbagai reaksi dan sikap anak bangsa Indonesia dari kejadian ini.
Ada yang berduka karena kehilangan peluang untuk unjuk prestasi dalam kompetisi sepak bola level dunia, ada yang menyayangkan bahwa kehilangan kesempatan sebagai penyelenggara even besar tersebut, ada juga yang memaki politisi yang dianggap penyebab dari keputusan FIFA tersebut, dan ada juga yang mencoba memahami sikap pemerintah tersebut dari perspektif kemanusiaan sesuai dengan konstitusi Indonesia.
Atas berbagai peristiwa tersebut, bagaimana kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan dan melatar belakangi sikap pemerintah dan beberapa figur pimpinan daerah seperti Gubernur Bali Wayan Coster, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan sebagainya yang beropini tentang penolakan ke ikutsertaan Israel dalam event piala dunia U 20 ini.
