Abdul Muhari, Ph.D selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, menyikapi fenomena gempa, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga.

"Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga untuk mengantisipasi dampak buruk yang dipicu oleh gempa bumi.

Korban jiwa terjadi bukan disebabkan gempa tetapi reruntuhan bangunan atau pun material longsor yang dipicu oleh fenomena gempanya.

Di samping itu, masyarakat diharapkan bisa secara mandiri melihat tingkat risiko daerahnya melalui aplikasi inaRISK dan melakukan penilaian terhadap struktur bangunan rumah masing-masing melalui fitur ACEBS yang ada di aplikasi inaRISK personal.