Selain itu, jika air hujan tersebut dikumpulkan dalam satu wadah terbuka, tidak menutup kemungkinan bahwa akana da serangga dan bahan kimia organik lain yang masuk dan membusuk di dalamya.
Maka dari itu, CDC tidak menyarankan untuk kita mengumpulkan lalu mengonsumsi air hujan dan merekomendasikan kita untuk menggunakan air hujan untuk tujuan yang lain, seperti menyiram tanaman.
Namun, bahan-bahan kimia berbahaya tadi memiliki tingkat kontaminasi yang bervariasi. Tempat tinggal dan sistem pengumpulan dan pengolahan air merupakan dua faktor penting yang dapat menentukan kualitas air serta risiko yang akan kita dapatkan.
Sebagian besar kotoran dan bahan kimia dalam air hujan dapat hilang jika kita mengikuti tata cara pensterilan air huja dengan benar, baik itu dengan bahan kimia atau dengan perebusan dan penyulingan.
Para peneliti menemukan bahwa air hujan di seluruh dunia memiliki konsentrasi PFAS beracun (zat alkil per dan polifluorinasi) yang melebihi pedoman kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa air hujan jelas tidak aman untuk diminum, terutama jika tidak diolah dengan baik.
