Dikutip dari Cnnindonesia.com, penulis utama studi Ian Cousins, seorang ahli kimia lingkungan di Universitas Stockholm di Swedia, mengatakan pemahaman akan bahaya kandungan PFAS masih terbilang minim di sebagian masyarakat.
"Pemahaman saat ini tentang dampak biologis terutama didasarkan pada studi tentang empat asam perfluoroalkil (PFAA), yang merupakan subkelompok PFAS," kata Cousins.
PFAA ini termasuk asam perfluorooctanesulfonic (PFOS), asam perfluorooctanoic (PFOA), asam perfluorohexanesulfonic (PFHxS) dan asam perfluorononanoic (PFNA), yang menjadi fokus utama penelitian Cousins.
Baca Juga: 7 Obat Alami Ini Ampuh Atasi Sakit Gigi Berlubang
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahan kimia ini sangat beracun dan dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk kanker, infertilitas, komplikasi kehamilan, masalah perkembangan, kondisi sistem kekebalan tubuh dan berbagai penyakit usus, hati dan tiroid.
