Baca Juga: Pemkab Buton Selatan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV dan Dorong Swasembada Pangan

“Laut kita bukan tempat untuk dihancurkan. Sekali bom diledakkan, karang butuh puluhan tahun untuk pulih. Ini bukan cuma soal ikan, tapi soal keberlanjutan hidup nelayan dan anak cucu kita,” tegas Sri Resqina.

Ia juga mengapresiasi sinergi antarinstansi yang terlibat dalam operasi ini. Menurutnya, patroli terpadu semacam ini akan terus digencarkan sebagai langkah nyata menjaga ekosistem laut dan memberantas illegal fishing di Sulawesi Tenggara.

“Menjaga laut berarti menjaga rezeki. Kami ingin nelayan hidup sejahtera tanpa harus menghancurkan tempat mereka mencari nafkah,” pungkasnya. (D)

Penulis: Erni Yanti