“Para pelaku bom ikan menggunakan bom rakitan yang ketika diledakkan terdengar sampai ke dataran tinggi dan getarannya seperti mau gempa bumi,” ungkap Taufik kepada telisik.id, Rabu (5/2/2025).
Taufik menyebut sebagian nelayan di desanya mulai banyak meninggalkan menangkap ikan secara tradisional. Mereka melakukan praktik merusak terumbu karang untuk memperoleh hasil tangkapan ikan dengan jumlah berlimpah.
“Biasanya di desa ini melakukan penangkapan ikan mengunakan bubu, namun saat ini sudah tidak ada lagi, sisa sedikit orang,” Keluh Taufik.
Sementara itu, seorang pemuda Desa Lontoi, Ifal, juga mengaku bahwa warga setempat terganggu dengan praktik ilegal menangkap ikan menggunakan bom.
Menurutnya, aktivitas bom ikan memicu terjadinya kecelakaan bagi nelayan yang tengah melakukan aktivitas melaut di sekitar area ledakan bom.
