Untuk biji kakao basah di tingkat pengepul kali ini seharga Rp 40.000 per kilogram. Setahun lalu, hanya Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram.
Mahalnya harga bibit kakao grafting (sambung) di tingkat petani dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara, Muhammad Sadiq.
“Sekarang itu beredar bibit kakao harganya ada yang sampai Rp 20.000 per pohon dan ada juga Rp 15.000 per pohon, termurah Rp 10.000 per pohon,” terangnya, Jumat (9/8/2024).
Permintaan bibit kakao, kata Sadiq, saat ini juga meningkat. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan ketersediaan alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk pengadaan bibit kakao tahun ini dan juga tahun mendatang.
“Semoga ada SiLPA (sisa lebih pembiayaan anggaran, red) sehingga permintaan masyarakat dapat kita penuhi,” ujarnya.
