Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum. Juan Villa yang melihat kiper PSM Muhammad Ardiansyah berdiri jauh dari garis gawang langsung melepaskan tembakan jarak jauh dari tengah lapangan pada menit ke-44.
Ardiansyah berupaya mengejar bola sambil mundur, tetapi si kulit bundar tetap meluncur melewati garis gawang dan gol disahkan wasit. Kiper timnas U-23 Indonesia itu terlihat beberapa kali mengerang kesakitan setelah terjatuh saat mengantisipasi tembakan tersebut. Borneo FC menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Fahrul Aditia Samakan Kedudukan
Ardiansyah tidak dapat melanjutkan pertandingan dan digantikan Hilman Syah pada awal babak kedua. Pergantian kiper itu tidak meruntuhkan perlawanan tim tamu. Akselerasi Rizky Eka Pratama di sisi sayap membuahkan hasil pada menit ke-55, ketika umpannya disambar Achmat Fahrul Aditia untuk menaklukkan kiper Borneo FC, Kadu. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyeimbang itu membuat pertandingan berjalan semakin keras. Petaka bagi PSM Makassar datang pada menit ke-64, ketika Mufli Hidayat melakukan pelanggaran keras terhadap Hugo Samir. Wasit Erfan Efendi meninjau tayangan ulang melalui VAR sebelum memberikan kartu merah langsung kepada bek sayap PSM tersebut. Bermain dengan sepuluh pemain, PSM dipaksa bertahan total untuk membendung gempuran Borneo FC yang sudah memasukkan Moussa Diarra sejak awal babak kedua.
PSM Bertahan dengan Sembilan Pemain
Dengan keunggulan jumlah pemain, Borneo FC terus mengurung pertahanan tim tamu hingga pengujung laga. Namun, justru PSM yang kembali kehilangan pemain pada masa tambahan waktu. Stefan Jevtoski diusir wasit pada menit ke-90+9 setelah insiden yang kembali dikonfirmasi melalui VAR. Meski hanya bermain dengan sembilan orang pada sisa detik pertandingan, PSM Makassar mampu menjaga skor 1-1 sampai peluit akhir berbunyi.
