Saat berenang, maka nuansa kesejukan akan meresap ke dalam jiwa, rasa gerah akan perlahan-lahan hanyut dengan seiring berjalannya arus air, biasanya para pengunjung lupa waktu saat sudah tiba di permandian itu.

"Biasanya mereka fokus berendam dan piknik-piknik kecil bersama keluarga ataupun teman dekat, kadang ada juga yang hanya datang sendiri untuk merelaksasi badannya di bawah arus air yang deras itu," ucap Hadir.

Lokasi permandian yang sangat terjangkau dengan ibu kota provinsi menjadi keuntungan permandian ini, dengan pekatnya hirup pikuk kota yang mereka lalui setiap harinya, permandian Boro-Boro rasanya tempat yang cocok untuk meluapkan semuanya.

"Kita sudah lelah dengan hari-hari di ibu kota, kerja jalanan yang panas macet berdebu, tiba di Boro-Boro rasanya kayak kembali lagi jiwa muda, makanya saya kadang 1 bulan sekali untuk menghilangkan rasa penat dan jenuhnya berada di kota," ucapsalah satu pengunjung permandian, Rahma.

Baca Juga: Sejarah di Balik Masjid Al-Muhajirin Muna