JAKARTA, TELISIK.ID - Ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah mulai memengaruhi perhitungan fiskal nasional, termasuk program prioritas pemerintah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi dalam penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi dan perekonomian nasional.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pihaknya telah terlibat dalam pembahasan bersama pemerintah terkait penyesuaian anggaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi global yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia.

"Kemarin kami ikut rapat dalam harmonisasi anggaran, menyikapi fenomena global terutama terkait energi dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia. Dan kita sedang melakukan hitungan-hitungan agar bisa ikut berkontribusi menyikapi krisis yang ada," ujar Dadan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (18/3/2026).

Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa tidak ada arahan untuk memangkas anggaran program MBG. Ia menyebut langkah efisiensi yang dilakukan lebih bersifat antisipatif dan sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengelola anggaran negara di tengah ketidakpastian global.