PARIS, TELISIK.ID - Pavel Durov, pendiri sekaligus pemilik aplikasi perpesanan Telegram, kembali menjadi sorotan publik internasional setelah ditangkap di Prancis beberapa waktu lalu. Durov ditangkap di Bandara Le Bourget, Prancis, sesaat setelah tiba dari Azerbaijan dengan jet pribadinya.
Penangkapan ini dilakukan oleh otoritas Prancis sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan keterlibatan platform Telegram dalam kejahatan terorganisasi.
Kasus yang menjerat Durov mencakup kejahatan serius seperti pornografi anak, perdagangan narkoba, dan transaksi penipuan yang diduga dilakukan di aplikasi tersebut.
Telisikers, dibalik kontroversi yang melilitnya, terdapat sejumlah fakta menarik dan tidak biasa yang membuat Durov menjadi sosok yang unik di dunia teknologi.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (28/8/2024), salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah pengakuannya bahwa ia merupakan ayah biologis dari 100 anak yang tersebar di 12 negara.
