"Sulit membicarakan penampilan kami. Tidak ada pertandingan setelah menit ke-20. Kami harus menghindari kesalahan kami. Kami harus selalu memiliki 11 pemain di lapangan sepanjang waktu," kata pelatih Milan, Ruben Amorim.
Amorim mengakui malam itu sulit dalam segala aspek bagi timnya. Ia menyebut Milan berusaha bertahan dengan cara yang membuat Bournemouth nyaman, lalu mencoba mendorong permainan ke depan hingga menit-menit akhir. Namun, tendangan bebas Adli pada akhirnya membunuh pertandingan bagi Milan. Kekalahan ini juga menjadi kegagalan kelima Amorim dalam lima upaya mengalahkan Bournemouth.
Dampak bagi Klasemen dan Laga Berikutnya
Kemenangan ini melanjutkan start sempurna Bournemouth setelah sebelumnya menang 2-1 atas Real Sociedad dan 3-0 atas Sturm Graz. Bournemouth kini mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan menempati peringkat ketiga fase liga. Sebaliknya, Milan tertahan dengan tiga poin setelah menelan kekalahan kedua dari tiga pertandingan. Milan sebelumnya kalah 0-2 dari Benfica pada matchday pertama sebelum menang 4-0 atas Salzburg.
Bagi Bournemouth, kemenangan atas Milan menjadi bukti bahwa mereka pantas berada di Eropa meski berstatus debutan. Spanduk besar suporter sebelum kick-off yang bertuliskan "How did we end up here?" seolah terjawab oleh penampilan dominan di lapangan. Bournemouth kini akan bertandang ke Sparta Praha pada 5 November 2026, sementara Milan menjamu Ferencvaros pada tanggal yang sama. Kedua tim masih memiliki lima pertandingan fase liga untuk menentukan nasib mereka.
