Interceptor 001 ini bergerak mengarungi lautan dan mengumpulkan sampah plastik dengan memanfaatkan gerakan alami ombak. Bentuknya seperti huruf U dengan panjang 600 meter dan memiliki jaring sedalam 3 meter. Jaring inilah yang berfungsi menangkap sampah-sampah plastik yang ada di laut, mulai dari jala bekas seberat ribuan ton hingga kepingan mikroplastik.
Setelah beroperasi empat bulan, pada Januari 2019, Interceptor 001 dikembalikan ke darat karena adanya patahan. Bayon dan tim Ocean Cleanup lalu menyempurnakan desain dan kemampuan alat tersebut dan bertransformasi menjadi Interceptor001/B.
Slat mengatakan, teknologi ini mampu membersihkan lebih banyak sampah hingga 50 persen, dalam periode yang relatif lebih cepat. Dari 10 tahun menjadi 5 tahun. Alatnya ini bisa membersihkan sampah 55 ton per harinya.
Alumni Universitas Teknologi Delft itu karya-karyanya telah diakui melalui banyak penghargaan. Ia menjadi penerima termuda untuk penghargaan tertinggi di bidang lingkungan oleh PBB, yaitu Champions of the Earth yang diterimanya pada tahun 2014. Selain itu ia juga memiliki sejumlah hak paten.
Penghargaan lain yang diterimanya sebagai berikut:
