"Melihat kondisi cuaca saat ini, kita berada dalam musim pancaroba. Dimana Kota Kendari adalah kota yang rawan akan terjadinya tanah longsor. Sebenarnya banyak hal, namun terutama karena manusianya itu sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan, karena Kota Kendari adalah kota besar dengan semakin pesatnya perkembangannya, dmana yang jadi perhatian adalah banyak terbukanya unit-unit usaha baru di bidang properti atau pabrik.
"Selama ini karena hutan yang jadi penopang dari banjir dan tanah longsor. Namun sekarang dibuka jadi unit perumahan dan usaha-usaha lainnya, sehingga hilanglah penopang dari itu," katanya.
Diketahui, perumahan-perumahan tersebut bukan saja berada di wilayah dataran rendah, tapi juga terdapat di wilayah dataran tinggi. Misalnya daerah gunung yang dulunya tinggi dipapas dan diambil dibuat lahan baru. Dengan begitu hukum alam pasti akan terjadi.
"Nantinya, air yang dulunya bisa meresap, dan menahan derasnya air sekarang akan turun ke titik-titik rawan ke perumahan warga," ujarnya.
