“Melalui sinergi ini, kualitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin meningkat serta mampu memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga,” ujar Rinaldi, Senin (29/12/2025).

Hingga semester II tahun 2025, cakupan kepesertaan JKN di Kota Kendari telah mencapai 99,46 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,62 persen.  

Capaian tersebut telah memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sekaligus mendukung terwujudnya Universal Health Coverage (UHC).

Meski demikian, BPJS Kesehatan mencatat tantangan ke depan tidak hanya terletak pada cakupan kepesertaan, tetapi juga pada keaktifan peserta.  

Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui pemadanan data kepesertaan dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) agar data PBPU dan peserta yang didaftarkan pemerintah daerah tetap akurat dan mutakhir.