Maka di bulan Februari 2021 kata dia, pihaknya diminta untuk membuat surat susulan dari Dinkes, isinya minta divisitasi oleh Dinkes, baik Dinkes Provinsi maupun Dinkes Kota Baubau.
"Dan selanjutnya pada 19 Maret 2021 itu, telah datang tim visitasi dari Dinkes Provinsi dan diwakili satu orang perwakilan Dinkes Kota Baubau. Maka pada 23 Maret, hasil visitasi sudah diterbitkan oleh Dinkes Provinsi Sultra," ujarnya.
Adapun hasil rekomendasi dari visitasi Dinkes Sultra adalah bahwa, RS Siloam dapat ditetapkan sebagai RS tipe C dan dapat diberikan surat izin operasional. Isi surat tersebut ditujukan ke Dinkes Kota Baubau.
Selanjutnya, pada 31 Maret 2021, Dirut RS Siloam menemui Plt. Dinkes Kota Baubau untuk menanyakan kelanjutan rekomendasi Dinkes Provinsi. Namun, pihaknya mendapati jawaban bahwa Dinkes belum bisa menandatangani rekomendasi perpanjangan izin RS Siloam.
Mendapati jawaban tersebut, pihaknya sempat meminta arahan untuk langkah selanjutnya. Namun, jawaban dari dari Plt Kepala Dinkes agar Dirut Siloam menemui Wali Kota dan Sekda terlebih dahulu.
