Kepala BPKK Kendari sekaligus Ketua Panitia, Mashur Malaka, mengatakan peserta yang dipilih merupakan masyarakat yang belum pernah mengikuti program serupa. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menghindari terjadinya duplikasi penerima program.
Menurut Mashur, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk membentuk usaha baru, tetapi juga mendorong pengembangan usaha yang telah berjalan agar mampu berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Setelah pelatihan dan pembekalan ini, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana output dan outcome-nya. Jika output-nya peserta sudah memiliki usaha, maka outcome yang lebih tinggi adalah berapa banyak orang yang bisa mereka pekerjakan,” ujarnya.
Untuk memperkuat materi pelatihan, BPKK Kendari menghadirkan narasumber tunggal, yakni Prof. Dr. Musadar Mappasomba. Materi yang diberikan difokuskan pada pengembangan kapasitas kewirausahaan, penggalian potensi usaha, serta strategi membangun bisnis yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Haswandy, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang melibatkan penyandang disabilitas. Menurutnya, pemberdayaan kelompok disabilitas tidak cukup hanya melalui kewajiban perusahaan mempekerjakan tenaga kerja disabilitas, tetapi juga dengan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pelaku usaha.
