Sepanjang 2024–2025, sebanyak 550 peserta di Sulawesi Tenggara dan 250 peserta di luar Sultra mengikuti program tersebut.

Pembekalan ini tidak langsung disertai modal, namun peserta dibekali informasi dan akses pendaftaran bantuan melalui platform SIAP KERJA/BIZHUB. Peserta kemudian bersaing secara terbuka dengan pendaftar lain melalui link Bizhub dan mekanisme seleksi pusat.

“Tugas kami di daerah adalah sosialisasi, monitoring, dan evaluasi. Untuk seleksi penerima bantuan, itu kewenangan pusat,” jelas Mashur, menanggapi keluhan peserta yang tidak lolos.

BPKK Kendari juga menjalankan fungsi jejaring usaha dengan menghubungkan UMKM/TKM dengan pembeli melalui kegiatan jejaring dengan pendekatan business matching, business meeting, pemerintah, dan stakeholder lainnya.

Fungsi jejaring juga dilakukan hingga akses pembiayaan lanjutan seperti perbankan, dengan tujuan agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri dan memiliki pasar yang jelas.