"Revitalisasi sekolah tidak cukup hanya pada aspek fisik atau kurikulum. Yang paling utama adalah bagaimana proses pembelajaran mampu membentuk karakter peserta didik, sekaligus menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini,” tegasnya.
Di bidang digitalisasi pembelajaran, sebanyak 4.081 sekolah di Sultra menjadi sasaran pada 2025.
Hingga kini, 3.314 sekolah telah menerima papan interaktif digital (interactive flat panel/IFP), sementara sisanya masih dalam proses distribusi akibat kondisi geografis wilayah kepulauan.
Selain itu, bimbingan teknis pemanfaatan perangkat digital telah diberikan kepada 3.614 guru atau sekitar 97 persen dari target. BPMP Sultra juga melakukan pendampingan terhadap 2.783 satuan pendidikan.
Junaiddin mengungkap realitas tantangan di lapangan, mulai dari kesenjangan fasilitas, beban administratif guru, hingga hambatan ekonomi yang membayangi akses pendidikan siswa.
