Menurut Budi, angka cakupan 70 persen vaksinasi target pemerintah itu dibuat dengan asumsi angka reproduksi (basic reproduction number) virus atau R0=3.
“Artinya dari seorang yang positif bisa menulari 3 orang lainnya,” kata pengajar di Fakultas Kedokteran Unpad itu.
Adapun efikasi vaksin taksiran awalnya kurang lebih 90 persen. Dengan asumsi-asumsi itulah muncul target 70 persen imunisasi populasi untuk mencapai kekebalan imunitas (herd immunity) COVID-19.
Dengan penambahan kasus COVID-19 di Indonesia yang sampai kini cenderung meningkat, kata Budi, angka reproduksinya kemungkinan juga masih tinggi.
Karena itu dengan hasil tingkat efikasi 'hanya' 65,3 persen, cakupan populasinya harus ditambah pemerintah.
