BOMBANA, TELISIK.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana berdasarkan hasil survei, menemukan tingkat kemiskinan masih tinggi yakni sekitar 10,7 persen dari total penduduk di Bombana.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Kabupaten Bombana, Sudirman K saat diwawancara usai melakukan pencanangan dan pembinaan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik).
Dalam Desa Cantik 2022, program pembinaan desa secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa/kelurahan dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa, guna mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan data yang bersifat pemenuhan kebutuhan, pengembangan pendataan yang sesuai dengan potensi desa (kearifan lokal), implementasi pemanfaatan data dalam kebijakan pembangunan desa dan peningkatan literasi statistik masyarakat desa.
“Tingkat kemiskinan ini kami (BPS) lihat adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang sangat mempengaruhi pola hidup masyarakat,” ucap Sudirman, Kamis (4/8/2022).
Saat ini, BPS tengah melakukan upaya sinergitas dan pembinaan desa dalam melakukan pendataan. Hal ini sesuai dengan program Pemerintah Pusat untuk menyatukan data secara nasional, yakni Satu Data Indonesia (SDI).
