Dalam orasi ilmiahnya, Yusril menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.
Ia menggarisbawahi tiga pilar utama, yakni pendidikan dan penguasaan teknologi, kebhinekaan yang kuat, serta semangat inovasi dan kewirausahaan.
“BPSDM Hukum memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul, khususnya di sektor imigrasi dan pemasyarakatan. Lulusan Poltekip dan Poltekim adalah aset penting dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Wakil Menteri Hukum menekankan peran lulusan Poltekip sebagai pembimbing kemasyarakatan yang menerapkan prinsip restoratif justice, membantu warga binaan kembali ke masyarakat.
Sementara itu, lulusan Poltekim diharapkan memperkuat pengawasan keimigrasian, terutama di tengah tantangan seperti perdagangan manusia, imigran gelap, dan peredaran barang terlarang.
