Untuk lintas provinsi, Benny menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi dengan membentuk posko terpadu, posko kesehatan serta koorsatpel di pelabuhan penyebrangan Kolaka dan Kolaka Utara.
"Meski Sultra tidak menjadi prioritas pantau nasional, tetapi pelabuhan Bajoe menghubungkan pelabuhan Kolaka merupakan salah satu pelabuhan pantauan nasional yang ada di Indonesia," tuturnya.
Jumlah kendaraan pada arus mudik kali ini diprediksi mengalami peningkatan sekitar 45-70 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Semoga dengan kerjasama yang telah kami lakukan mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah tahun 2022 ini, bisa berjalan dengan lancar dan aman," Harap Benny.
Sementara itu, salah seorang warga Kabupaten Muna, Goi bertempat tinggal di Kemaraya, Kota Kendari mengharapkan, mudik tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kondisi penumpang yang overload seperti tahun sebelumnya ia tidak ingankan kembali terjadi.
