“Tahun ini kami latih ada dua jenis pelatihan, pelatihan vokasi yang menggunakan anggaran dan pelatihan yang tidak menggunakan anggaran,” katanya saat ditemui telisik.id di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Penguatan Literasi Kecerdasan Artifisial Bagi Penyuluh Agama Sebagai Pendidik Masyarakat
Safrudin menuturkan, pelatihan vokasi APBN diselenggarakan mengikuti arahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Sementara untuk program pelatihan vokasi Non-APBN, BPVP Kendari harus memilah item pelatihan yang tidak menggunakan bahan.
“Misalnya di pelatihan komputer, mereka tidak sampai ngeprint hanya sebatas olah data, contoh lain misalnya teknik percantikan mereka hanya diajarkan teori-teori merias. Jadi kami dituntut dari pusat untuk melaksanakan pelatihan yang tidak menggunakan bahan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Pelatihan Otomotif, Ibnu Maulana mengungkapkan, jurusan otomotif memberikan 17 materi pelatihan kepada peserta.
