Brighton sempat menciptakan peluang lewat Yasin Ayari, yang membuang satu kesempatan awal dan kemudian membentur tiang gawang setelah kesalahan Alisson dalam memainkan bola dari belakang. Liverpool justru tampil lebih klinis meski Brighton dominan dalam penguasaan bola, dan keunggulan dua gol bertahan hingga peluit akhir. Wirtz ditarik keluar pada menit ke-65, sementara Liverpool menutup laga dengan catatan nirbobol yang menurut TNT Sports menjadi nirbobol pertama yang dicatatkan tim Premier League melawan Brighton musim ini.
Tanggapan Para Pihak
"Kami sangat senang untuk hari ini, sangat senang secara keseluruhan atas kemenangan ini. Kami membutuhkan awal yang kuat, untuk agresif, merebut bola, memenangi duel, berbahaya dalam transisi, dan saya rasa kami sudah melakukannya," kata Andoni Iraola, pelatih Liverpool.
"Kami punya banyak peluang di babak pertama ketika kami merebut bola dan melakukan serangan balik. Kami bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi ya, Bradley tampil sangat, sangat bagus, dan bagi saya, itu hanya soal berada di tempat yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Alexander Isak.
Gol ke gawang Brighton menjadi gol Isak dalam tiga penampilan Premier League beruntun, dan menurut BBC Sport itu adalah gol liga keenamnya musim ini, terbanyak kedua setelah Erling Haaland dengan sembilan gol. Bagi Iraola, kemenangan ini juga menjadi kemenangan liga pertamanya di Anfield sebagai pelatih Liverpool. Ia menekankan agresivitas dan kemampuan timnya memenangi duel sebagai kunci, bukan sekadar keunggulan skor yang didapat sejak awal.
Dampak ke Klasemen
Kemenangan ini mengangkat Liverpool ke peringkat empat dengan 15 poin dari delapan pertandingan, satu poin di belakang Brighton yang mengoleksi 16 poin di peringkat tiga. Manchester City tetap berada di puncak klasemen dengan 21 poin, menurut Reuters. Selisih satu poin antara Liverpool dan Brighton membuat persaingan di papan atas tetap rapat, dengan setiap hasil pekan berikutnya berpotensi mengubah urutan.
