Kalimat bermakna filosofis itu ia sampaikan dalam acara syukuran menutup seluruh rangkaian seremoni penyambutannya menjadi pemimpin baru Korps Brimob. Ia merupakan sosok kedua pemimpin Korps Brimob dengan Bintang tiga di pundak, setelah Anang Revandoko (Akpol 1988B) yang memasuki usia pensiun 14 Oktober 2023.
Ratusan Brimob, mulai dari perwira tinggi hingga tamtama saksama menyimak peringatan Imam. Sesaat kemudian, suasana cair ketika ia paparkan keserupaan pahit-getir dan “kejenakaan” di antara sesama anggota Brimob. “Kita lakukan tugas (BKO) dengan hobi, karena dengan hobi itu kita ikhlas untuk selalu siap diterjunkan di saat tugas memanggil,” urainya.
Di hari yang sama, pagi hari ia bersama Wadan Korps Brimob baru, IJP Ramdani Hidayat, S.H. (Akpol 1990) menerima kenaikan pangkat setingkat dari Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam “Laporan Korps” di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta.
Agaknya, tentang ayah-ibu, punya kesan sangat mendalam tertanam dan menjadi nilai dasar Imam menggeluti 31 tahun profesinya. “Itu selalu ia sampaikan kepada kami sejak saya ‘digeganakan’. Saat itu, Pak Imam masih Kombes,” ungkap seorang pamen Brimob di sela-sela acara.
Begitu mendalam tentang nilai dasar yang ditanamkan kedua orangtuanya, berikut bincang-bincang dengan Imam Widodo di sela-sela acara:
