JAKARTA, TELISIK.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kembali menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset nasional melalui pembukaan ratusan formasi calon pegawai negeri sipil pada seleksi CPNS 2026.
Langkah ini diarahkan untuk menambah jumlah periset aktif yang dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang memiliki rasio periset jauh lebih tinggi per satu juta penduduk.
Kepala BRIN Arif Satriadi menegaskan bahwa kebutuhan periset menjadi agenda penting lembaganya dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyebut upaya penambahan formasi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar sesuai kebutuhan nasional.
“Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan,” kata Arif Satriadi di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (24/12/2025).
Setiap tahun, BRIN membuka hingga 500 formasi CPNS untuk menjaring talenta riset dan inovasi dari berbagai latar belakang keilmuan. Jumlah tersebut dipandang masih belum mencukupi jika melihat kondisi Indonesia saat ini yang hanya memiliki sekitar 300 periset per satu juta penduduk.
