"Kami berkomitmen penuh membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan berkelanjutan. Kehadiran Deputi BRIN di UM Kendari ini adalah momentum strategis untuk mengakselerasi lompatan capaian kita, mulai dari publikasi bereputasi, perolehan paten, hingga hilirisasi inovasi," tegas Prof. Muhammad Nurdin, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2026).
Dalam pemaparannya, Prof. Agus Haryono menjelaskan berbagai skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang dikelola BRIN. Program tersebut mencakup RIIM Kompetisi, RIIM Start Up, RIIM Kolaborasi Internasional, RIIM Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, Pertanian, dan Teknologi, RIIM Pendanaan Riset dan Inovasi Strategis (PRIS), serta Pusat Kolaborasi Riset.
Salah satu pembahasan utama ialah RIIM Kompetisi berdasarkan Pedoman Nomor 69/II.7/HK/2026. Skema tersebut mencakup riset dasar, terapan, pengembangan, dan inovasi dengan durasi pendanaan hingga tiga tahun.
Pengajuan proposal dilakukan melalui laman resmi pendanaan BRIN dan proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Skema tersebut menjadi salah satu peluang bagi peneliti perguruan tinggi untuk memperoleh dukungan pendanaan sesuai bidang riset yang diusulkan.
Dalam sesi diskusi, Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual UM Kendari, Muh. Nato Alhaq, menanyakan kemungkinan penggunaan dana BRIN untuk pengadaan laboratorium.
