Prof. Agus menjelaskan, pendanaan RIIM Kompetisi pada prinsipnya diarahkan untuk kebutuhan operasional penelitian. Namun, peralatan atau komponen laboratorium yang secara langsung mendukung pelaksanaan riset dapat dianggarkan secara proporsional sesuai kebutuhan penelitian dan pedoman Rencana Anggaran Biaya BRIN.
Selain membahas peluang pendanaan bagi dosen, Prof. Agus memperkenalkan sejumlah program Manajemen Talenta BRIN yang dapat diikuti mahasiswa.
Program tersebut antara lain Magang Riset MBKM BRIN yang setara 20 SKS bagi 3.000 mahasiswa, IRI Fair berupa kompetisi tugas akhir untuk 1.000 mahasiswa, serta Research Assistant dengan insentif Rp 3,8 juta per bulan.
BRIN juga menyediakan program Degree by Research (DbR) serta Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional yang merupakan kolaborasi BRIN dan LPDP untuk bidang-bidang strategis nasional.
Melalui sosialisasi tersebut, sivitas akademika UM Kendari memperoleh informasi mengenai skema pendanaan, ketentuan pengajuan proposal, hingga peluang pengembangan talenta riset bagi mahasiswa. (D-Adv)
