Kinerja Risma, melalui blusukan tidaklah buruk. Malah semestinya, Risma melakukan blusukan dalam bentuk program kerja ke berbagai daerah. Agar Risma, menjadi milik seluruh rakyat Indonesia sebagai menteri sosial. Sehingga demikian, dihasilkan keputusan dan kebijakan yang tepat berdasarkan penjaringan aspirasi dari seluruh daerah di Indonesia.
Polemik ini, harus segera diakhiri oleh Risma sendiri, agar ia dapat bekerja maksimal. Jangan sampai Risma bekerja lebih keras, sekadar untuk melayani polemik di masyarakat. Pasca blusukan saja, polemik di masyarakat sudah beraneka ragam, seperti menganggap bahwa diskusi Risma dengan warga dalam kerja dinas blusukan adalah settingan semata.
Risma harus menunjukkan bahwa ia menerima amanat untuk menduduki kursi Menteri Sosial bukan sebagai batu loncatan menuju DKI-1.
Polemik-polemik yang muncul di ruang publik, harus diakhiri oleh Risma sendiri, jangan sampai simpatik masyarakat menurun, Risma lalu dianggap tak memiliki kepantasan sebagai pimpinan kementerian sosial, malah Risma hanya mengejar popularitas.
Dampaknya popularitas dan elektabilitas Risma dapat saja menurun, bahkan imbasnya kepada Pemerintahan sekaligus Presiden Joko Widodo dan PDI Perjuangan.
