Menanggapi itu Camat Reok, Ahmad Pahu mengaku, persoalan sampah memang bukan baru sekarang terjadi, tetapi sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, hanya kendala yang masih dihadapi pemerintah saat ini adalah penyedian lahan yang layak untuk dijadikan TPA.
"Di setiap Musrembangcam kami juga sering usul terkait soal sampah ini, tetapi lagi-lagi kendalanya terletak pada penentuan lahan atau lokasi. Tahun ini bupati sudah berjanji akan mencari lokasi yang cocok, karena lahan yang dibutuhkan harus berdasarkan studi kelayakan," kata pria yang hanya setahun saja menjabat Camat Reok itu.
Pihaknya juga mengapresiasi dan menyambut baik program yang digagas oleh pemuda LINGKAR dan siap bekerja sama menjadi fasilitator.
Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kecamatan Reok, Theobaldus Junaidin. Ia mengaku, pihaknya memang sedang diwariskan oleh kompleksitas persoalan sampah yang ada di Kecamatan Reok.
Tak hanya itu, dari segi anggaran pun pemerintah kecamatan tidak punya anggaran untuk sampah, anggarannya itu diatur oleh kabupaten, sehingga yang dibutuhkan adalah kreativitas.
