KENDARI, TELISIK.ID - Pagi di kawasan Wua-Wua, Kota Kendari, terasa kian hidup saat aroma bubur ayam dari salah satu lapak kaki lima menyapa indera pencium.

Sejak pukul 06.00 Wita, asap dari panci kuah gurih bergulung pelan, mengepul ke udara sambil menanti pelanggan pertama. Itulah rutinitas harian Majid, penjual Bubur Ayam Pelangi, yang setiap hari membuka lapaknya hingga pukul 10.00 Wita.

Majid mengaku, ide membuka usaha bubur ayam muncul dari kegemarannya sendiri. Ia pun bersyukur usahanya bisa bertahan.

“Berawal dari kegemaran saya makan bubur ayam setiap pagi, sampai akhirnya saya kepikiran untuk mencoba membuka usaha sendiri dan meracik resep sendiri di rumah,” tuturnya, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga: 10 Daftar Menu Penghangat Tubuh di Musim Hujan