Banyak warga yang menjadikan Bubur Ayam Pelangi sebagai pilihan utama untuk sarapan. Majid pun yakin kepercayaan pelanggan datang dari konsistensi rasa dan kualitas, bukan gimmick.

Bagi pelanggan seperti Sunar dan Supardi, Bubur Ayam Pelangi lebih dari sekadar sarapan murah.

“Rasanya itu berbeda dari yang lain, kuahnya juga enak, harganya juga murah. Saya biasa beli bubur dengan satenya,” ujar Sunar.

Baca Juga: Martabak Mas Oentung Kendari, Racikan Tegal dan Bertahan Puluhan Tahun

“Buburnya mantap, rekomendasi buat sarapan pagi. Tempat kaki lima, tapi rasanya layak dapat bintang lima, harganya juga sangat murah. Biasanya jam 10 sudah habis,” tambah Supardi.