“Maka kami sebagai institusi Polri memegang teguh aturan-aturan yang ada, arahan dari Bapak Presiden terkait kebebasan bereskpresi sehingga tentunya hari ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sigit menegaskan, dalam festival ini, pihaknya tidak membatasi peserta untuk membuat mural meskipun sifatnya mengkritik institusi Polri. Menurutnya, ini penting untuk mendapatkan feedback (masukan) dari masyarakat tentang penanganan COVID-19.
“Satu hal lagi, saya sudah sampaikan kepada Pak Kadiv Humas masukan juga tema kritikan tentang Polri. Jadi masyarakat silakan mau berpresepsi tentang polri positif boleh karena itu akan menjadi motivasi buat kami dan negatif juga boleh karena itu tentunya akan menjadi bagian untuk kami merefleksi, berubah agar bisa menjadi lebih baik,” jelas Sigit. (B)
Reporter: M. Risman Amin Boti
Editor: Haerani Hambali
