Nur Rahman yakin jika setiap orang tua mampu menjadikan program gemar membaca Al-Quran sebagai budaya dan kebutuhan di lingkungan keluarga. Maka, generasi muda akan terbina akhlaknya, serta terselamatkan kehidupannya dari pengaruh-pengaruh negatif.
.jpg)
"Kami percaya jika setiap orang tua mampu menjadikan program gemar membaca Al-Qur'an ini sebagai budaya dan menjadi kebutuhan di lingkungan keluarga masing-masing. Anak-anak dan para remaja di lingkungan kita, akan terbina akhlaknya, terselamatkan kehidupannya dari pengaruh-pengaruh negatif di tengah perubahan dan perkembangan globalisasi serta kemajuan teknologi informasi yang kian massif dewasa ini," jelasnya.
Menurutnya, MTQ tidak hanya sebatas mendekatkan jiwa umat Islam kepada kitab suci Al-Quran dengan membacanya, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dimaknai sebagai perlombaan atau kompetisi untuk mencapai kebaikan.
"Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 148: Fastabiqul Khaeraat yang artinya: "Maka berlomba-lombalah kamu sekalian dalam mengerjakan kebaikan," katanya.
