“Setelah Magrib dilakukan takbiran, tapi lokasinya hanya di masjid,” katanya.

Disinggung mengenai perayaan Lebaran lebih awal, ia mengakui mengikuti ajaran dari jamaah Aolia yang dipimpin oleh Mbah Benu. Menurutnya, puasa yang dilakukan tetap 29 hari karena juga memulainya juga lebih awal.

“Awal puasa kami Rabu (22 Maret 2023). Jadi, kalau dihitung puasanya tetap 29 hari,” ungkapnya.

Ia mengakui, perayaan Lebaran lebih awal tidak hanya terjadi di Dusun Warak. Pasalnya, di Dusun Jeruken (juga di Kalurahan Girisekar) juga melakukan hal yang sama.

“Kalau tempat kami ada lima RT, sedangkan di Jeruken hanya di tiga RT. Rencananya salat dilaksanakan di Masjid Aulia Jeruken,” katanya.