Ellfi mengatakan, pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi harus dimulai sejak masa kehamilan.
“Untuk anak ini sebenarnya sudah kami sasar dari ibu hamilnya. Tidak boleh ada ibu hamil di Kendari yang tidak mengetahui status HIV-nya,” kata Ellfi, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, ibu hamil yang mengetahui status HIV sejak dini dapat segera mendapatkan pengobatan dan langkah pencegahan sehingga risiko penularan kepada bayi dapat ditekan.
Dinkes juga telah menemukan sejumlah ibu hamil dengan HIV yang mendapatkan pengobatan dan berhasil melahirkan bayi yang tidak terinfeksi.
Namun, Ellfi mengakui masih terdapat sejumlah kendala. Sebagian ibu hamil tidak mengakses layanan kesehatan selama kehamilan atau memilih menyembunyikan status kesehatannya.
