“Biasanya ketahuan saat akan melahirkan. Ada yang tidak pernah datang ke layanan kesehatan selama kehamilan atau bisa juga menyembunyikan status HIV-nya,” ujarnya.
Konselor HIV sekaligus Koordinator Pendampingan HIV Sulawesi Tenggara (Sultra), Samsu Appe menyebut, peningkatan temuan kasus salah satunya dipengaruhi semakin masifnya pemeriksaan atau screening HIV.
Menurut Samsu, screening kini tidak hanya dilakukan di puskesmas dan rumah sakit, tetapi juga menyasar kelompok berisiko di berbagai lokasi dengan melibatkan petugas lapangan dan LSM.
“Dengan banyaknya screening yang dilakukan oleh semua layanan, puskesmas, rumah sakit swasta, rumah sakit, penemuan kasus juga semakin tinggi. Tapi kalau tidak dilakukan screening, tidak akan diketahui. Justru itu lebih parah sebenarnya,” kata Samsu.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan, semakin besar pula peluang kasus HIV yang sebelumnya tidak diketahui dapat ditemukan.
