Samsu menjelaskan, upaya menemukan kasus HIV kini dilakukan dengan pendekatan jemput bola. Petugas bersama LSM dan pendamping lapangan mendatangi kelompok sasaran untuk memberikan edukasi sekaligus menawarkan pemeriksaan.

Bahkan, terdapat perusahaan dan sejumlah tempat usaha yang secara sukarela meminta dilakukan screening terhadap karyawan atau anggotanya.

Menurut Samsu, langkah tersebut membantu masyarakat melakukan pemeriksaan di lokasi yang dianggap lebih nyaman dan aman.

“Kalau tidak mau di situ, kita carikan tempat yang nyaman. Kita jemput bola. Tidak perlu ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Homoseksual Dominasi Kasus HIV AIDS di Sulawesi Tenggara, Pengidap Capai 123 Sejak Januari-Maret 2026