“Kenapa harus diasingkan? Ini penyakit sama seperti sakit-sakit lainnya. Jantung minum obat seumur hidup, hepatitis begitu juga,” ujarnya.

Ia juga meminta dunia kerja tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHIV. Menurutnya, masih ada kasus seseorang kehilangan pekerjaan setelah status HIV-nya diketahui.

Padahal, alasan yang digunakan terkadang hanya dijadikan alibi untuk mengeluarkan pekerja tersebut.

“Jangan sampai ada lagi yang dikeluarkan karena status HIV-nya dari pekerjaannya,” tegas Samsu.

Bagi Samsu, tantangan penanganan HIV bukan hanya persoalan medis, tetapi juga stigma dan diskriminasi. Tekanan dari lingkungan dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan.