Keputusan ini diambil setelah level partikel polutan terkecil dan paling berbahaya, PM 2,5, di India sudah mencapai 300. Angka ini lebih tinggi 20 kali lipat dari batas maksimal yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Badan Pengendali Polusi Pusat India juga sudah menyarankan pihak berwenang untuk bersiap "menerapkan langkah-langkah di bawah kategori 'darurat.'"

Menurut mereka, kualitas udara buruk akan bertahan setidaknya hingga 18 November mendatang karena "angin sangat kurang dan kondisi tenang saat malam."

Sementara itu, sejumlah rumah sakit juga sudah melaporkan peningkatan tajam jumlah pasien dengan keluhan kesulitan bernapas.

"Kami menerima 12-14 pasien setiap hari di unit darurat, kebanyakan di malam hari, ketika gejalan menyebabkan kesulitan tidur dan panik," kata Dokter Suranjit Chatterjee dari Apollo Hospitals kepada Times of India. (C)