"Belum, itu kan pasti karena subsidi harga BBM-nya turun. Eh, asumsi BBM-nya turun tahun depan berapa? 75 dollar AS per barrel. Kan sekarang 83 dollar AS. Jadi itu otomatis kan kalau volume naik sedikit pun kalau harganya turun segitu ya subsidinya cenderung turun," kata Purbaya, seperti dikutip dari Kompas, Selasa (18/8/2026).

Selain faktor harga minyak, pemerintah juga mencantumkan penurunan volume subsidi BBM tertentu dalam RAPBN 2027. Berdasarkan paparan pemerintah, volume subsidi BBM tertentu pada 2027 ditetapkan sebesar 20,09 juta kiloliter.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan total kuota volume BBM bersubsidi pada 2026 yang mencapai 48,43 juta kiloliter. Dengan demikian, volume BBM bersubsidi dalam RAPBN 2027 berkurang sekitar 28,34 juta kiloliter atau sekitar 58,51 persen.

Sementara itu, anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 dialokasikan sebesar Rp 549,9 triliun. Anggaran tersebut mencakup berbagai program perlindungan sosial, termasuk subsidi BBM.

Baca Juga: Subsidi Listrik dan BBM Masuk RAPBN 2027 Tembus Rp 272 Triliun