Suaminya hanya seorang sopir dadakan yang bekerja ketika ada yang memesan jasanya. Mobil yang dikemudinya pun milik orang tuanya.

Wa Diu mengatakan, dalam hidup ini harus banyak bersabar, manusia tidak akan pernah tau nasib seperti apa ke depan. Yang perlu dilakukan hanya berusaha.

Ia berharap suaminya dapat memanfaatkan ijazah yang dia miliki, namun hingga kini dia masih bertahan di kampung untuk menunggu orderan barangkali ada yang membutuhkan jasanya.

"Nasib saya sudah seperti ini, saya tidak lanjut sekolah tapi tuhan beri saya kelebihan ini, hingga bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Saya harap suami saya juga bisa memanfaatkan ijazahnya, namun keberuntungan belum berpihak kepada kami. Untuk itu saya selalu memotivasi ke dua anakku untuk terus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, gapai mimpi dan cita-cita kalian," jelasnya, Sabtu (15/7/2023).

Wa Diu tidak pernah menyalahkan takdir, ia hanya perlu menikmati setiap proses yang dia lewati. Dia sangat bersyukur sang suami masih bisa menemani dirinya dan anak-anak. Meskipun seperti itu, suaminya selalu mengajak keluarganya bertamasya.