Dilansir Kompas.com, Mustafa yang harus menafkahi 11 orang keluarganya, mengaku mulai berpikir mencari pekerjaan di negara tetangga Iran.

Masalahnya, gajinya telah dipotong 75 persen menjadi kurang dari 50 dollar AS (Rp 716.372) per bulan, sejak Taliban menyerbu Kabul dan bisnis mengering.

Pemilik restoran piza Mohammad Yaseen mengatakan, penjualan harian telah anjlok dalam waktu yang sangat cepat. Dia pun mengaku bahkan tidak akan mampu membayar sewa.

Yaseen mengaku mulai memilah-milah e-mail lama. Dia berusaha mencari kenalan asing yang mungkin membantunya pindah ke luar negeri.

"Bukan untuk saya, saya ingin pergi, tetapi demi anak-anak saya," katanya.