Meski begitu, masih ada keyakinan akan kembalinya bisnis kondisi seperti biasa di sebagian besar ibu kota Afghanistan, yang berpenduduk lebih dari 5 juta orang.

Kondisinya sangat kontras dengan pemandangan mengerikan di bandara Kabul, di mana ribuan orang bergegas menuju gerbang selama berhari-hari, berharap mendapat kesempatan untuk meninggalkan negara itu.

AP melaporkan pada Selasa (31/8/2021), lalu lintas di sebagian besar Kabul yang biasanya kacau kembali dan pasar telah dibuka.

Di halte dan jalanan, polisi yang sama yang bertugas di pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang bersekutu dengan Washington masih melambaikan tangan mereka, sebagai upaya yang sering kali sia-sia untuk mengendalikan kekacauan.

Sementara itu, pasukan Taliban mengambil posisi di depan sebagian besar kementerian pemerintah.