“Segala bentuk hal yang baru biasanya kita resisten karena informasi yang belum tersampaikan dengan baik. Kita ngomong aspek longsor pertama pertanyaan seperti apa dulu, lokasinya ada di mana. Kemudian proses drilling pada saat pengeboran itu juga kita tidak bisa sembarangan karena bagaimanapun juga kita tidak mau melahirkan suatu dampak yang tidak diinginkan,” cetusnya.
Sementara itu GM PLN Nusa Tenggara Timur, Fintje Lumembang mengatakan bahwa pulau Flores memiliki daya geothermal yang cukup besar, hampir 1.000 Megawatt (MW) dengan cadangan sebesar 402,5 MW. Dari 16 titik panas bumi di Flores, wilayah Poco Leok di Kabupaten Manggarai menyimpan potensi terbesar.
Saat ini PLN sedang merampungkan proses penetapan lokasi 7 titik pengeboran yang tersebar tiga desa wilayah Poco Leok, yaitu, Desa Lungar, Mocok, dan Golo Muntas.
Perluasan area pembangkit unit 5 dan 6 Poco Leok bertujuan meningkatkan kapasitas eksisting dari 4×2,5 MW PLTP Ulumbu dinaikkan ke 2×20 MW untuk memenuhi kebutahan elekrifikasi di Manggarai yang menurut PLN masih defisit 4 MW beban puncak pada malam hari.
Unit 5 dan 6 ini terbagi atas 4 wellpad atau tapak pengeboran yakni Wellpad D (Lingko Tanggong milik Warga Kampung Lungar), Wellpad E (Kampung Cako, Leda, dan Lelak Desa Lungar). (B)
