Dua inovasi riset unggulan yang dilahirkan mahasiswa Farmasi UMW, pertama yaitu Riset Nanoteknologi Farmasi yang diketuai oleh Marwa Rizqiah (bersama Inang, Rachmirza Nisyabilla, Hikma Cahyani, dan Rasmi Cahyani R.). Riset ini mengintegrasikan nanovesikel alami dari tanaman dandelion (Taraxacum officinale) sebagai pembawa (biocarrier) berberin untuk terapi target sel kanker kolon.

Dua tim Farmasi Universitas Mandala Waluya yang mendapatkan pendanaan PKMRE. Foto: Ist.

 

Kedua, riset Cetak 3D Sediaan Obat yang diketuai oleh Asniar (bersama Anaway, Andi Firayani Sarmawan, Wa Ode Marchella Al Amin, dan Muh. Farhad Asri), yang memadukan teknologi 3D Printing obat berbasis biopolimer untuk sistem pelepasan obat kanker kolon secara presisi.

Ketua Program Studi S1 Farmasi UMW, Dr. Apt. Mus Ifaya, mengungkapkan rasa bangga sekaligus apresiasinya atas capaian ini. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari komitmen prodi dalam menjaga standar kualitas pembelajaran dan pendampingan minat riset mahasiswa secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus Wilayah ADPIKI Sultra Periode 2026-2031, La Ode M Nasir Jabat Ketua