Tradisi menyantuni anak yatim di bulan ini berakar kuat dari ajaran Islam yang memuliakan anak yatim.
Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW berulang kali menekankan pentingnya merawat, memberi kasih sayang, dan memperbaiki keadaan mereka. Rasulullah SAW bersabda:
“Saya dan orang yang mengurus anak yatim di surga seperti ini,” sambil merapatkan dua jari beliau (HR. Bukhari).
Di Indonesia, tradisi ini semakin menguat pada 10 Muharram. Banyak masyarakat menggelar acara santunan, pengajian, dan pembagian bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT dan peneladanan akhlak Rasulullah.
Ada pula anjuran mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, yang dianggap sebagai amalan mulia, dilansir dari NU Online, Jumat (26/6/2026)
